Pada tanggal 7 Januari 2025, komunitas keamanan siber dikejutkan oleh penemuan file berbahaya yang dikenal sebagai "Rdp.exe". File ini telah terdeteksi dan ditandai oleh 44 dari 72 vendor keamanan, menurut laporan terbaru dari CyberFeed Digest.
Penemuan ini menyoroti ancaman yang terus-menerus ditimbulkan oleh serangan ransomware dan pentingnya menjaga langkah-langkah keamanan siber yang kuat.
Ransomware ini berfungsi sebagai Trojan dan diduga mengeksploitasi kerentanan pada Remote Desktop Protocol (RDP), yang merupakan vektor umum untuk serangan siber.
C:\Users\admin\Desktop\unlockrdp.txt.Penggunaan RDP sebagai vektor serangan menekankan pentingnya mengamankan sistem akses jarak jauh. Penjahat siber sering menargetkan pengaturan RDP yang lemah atau tidak dikonfigurasi dengan benar untuk mendapatkan akses tidak sah ke sistem.
Para ahli keamanan siber menekankan langkah-langkah proaktif untuk mengurangi risiko ransomware:
Organisasi sangat disarankan untuk memverifikasi apakah sistem mereka telah terpapar ancaman ini menggunakan hash SHA-256 yang disediakan. Jika terdeteksi, isolasi sistem yang terpengaruh dan konsultasikan dengan profesional keamanan siber sangat dianjurkan.
Dengan serangan ransomware yang terus berkembang, tetap terinformasi dan siap adalah hal yang sangat penting. Deteksi "Rdp.exe" menjadi pengingat yang jelas akan risiko yang selalu ada di lanskap digital saat ini.